Teropong

Review Novel Ayat-ayat Cinta 2

Deskripsi Novel:
Judul                          : Ayat – Ayat Cinta 2
Penulis                         : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                     : Republika Penerbit
Tahun Terbit              : 2015
Jumlah Halaman        : 697

Peresensi                     : Anun Bidl Maknunah

 

Hubungan Ayat-Ayat Cinta Pertama dan Kedua

 

Kalau baca bagian pertama pada buku Habiburrahman, yang kedua ini pasti pembaca merasa bingung. Apakah masih ada hubungannya dengan yang pertama atau tidak. Jelas ada, Itu akan dirasakan pada bagian-bagian selanjutnya. Tentunya masih menceritakan tentang Fahri dan Aisha, bedanya pada novel ini lebih mengenalkan secara detail keluarga Aisha dan keadaanya. Dan bukan lagi berlatar Mesir melainkan berlatar kota Edinburgh, Skotlandia. Latar Eropa yang menarik pembaca dan tentunya tidak mengesampingkan nilai-nilai Islam. Hal ini sangat memberi pelajaran berharga bagi orang Islam yang tinggal di negara Eropa “mungkin“ keadaan Fahri mampu dijadikan contoh dalam menyikapi lingkungan Eropa dengan nilai Islam. Dan novel yang kedua ini mampu menyajikan dakwah, pengertian tentang Zionis Israel dan Palestina. Continue reading “Review Novel Ayat-ayat Cinta 2”

Imaji

SEPUCUK SURAT DARIKU, SEORANG ANAK PENJUAL TISU

oleh: Maestro Trastanechora

 

Aku sibuk
Tapi bukan seperti yang orang lain pahami

Aku sibuk menarik nafas dalam-dalam
Aku sibuk membungkam pemikiran bengis yang menyayat hati
Aku sibuk menenangkan detak jantung yang kian mencekik
Aku sibuk meyakinkan diri, bahwa aku baik-baik saja

Ketika tidur bukanlah istirahat, tapi sebuah pelarian sementara
Apakah kau masih mau memejamkan mata
Dan terbangun dengan perasaan yang lebih ngilu
Ataukah kamu memilih untuk tidak ingin terbangun lagi, selamanya?

Aku sibuk
Aku tidak sedih, aku tidak lelah, aku hanya sibuk
Jika aku menghilang, janganlah kau cari
Jika aku loncat, biarlah aku tenggelam

Apakah kamu bisa menenangkan sebuah badai?
Lantas berhakkah kamu menyalahkan orang yang takut akan badai
Apakah kamu tahu tujuan hidupku dan bagaimana cara menjalaninya?
Lantas dengan alasan apakah kau melawak akan keputusan yang aku ambil

Ahh! yasudah lah, aku sibuk
Aku tak bisa memilih seperti apa aku terlahir di dunia ini
Tapi aku masih punya pilihan bagaimana caraku meninggalkan dunia ini
Begitu juga denganmu

Sejatinya kita ada di satu permainan yang sama
Hanya berbeda tingkat
Berkutik di neraka yang sama
Namun dengan iblis yang berbeda

Mereka bilang, tidak ada pohon yang mampu tumbuh tinggi mencapai surga
Kecuali hanya pohon yang akarnya menancap dalam hingga menyentuh neraka
Lantas, jika hidupmu terasa menyiksa seperti neraka
Jadikanlah itu kesempatan untuk tumbuh setinggi-tingginya memberi keteduhan

Aku sibuk
Tapi aku masih ingin bermimpi, tolong bantu mengaminkannya

Bahwa kelak bisakah aku membuat hidup orang lain sedikit lebih bermakna
Dan jika memang aku gagal, jadikanlah diriku sebagai contoh manusia yang tidak baik
Setidaknya keberadaanku di dunia ini masih ada gunanya
Dan mungkin begitulah aku bisa mati dengan bahagia..

 

Editorial

Editorial

Selamat berjumpa kembali di edisi keenam kami.. Semoga kebahagiaan jiwa selalu menyertai,

Sejak bulan April lalu, tiap bulan kami selalu berusaha untuk tetap setia menyajikan apa yang kami dapatkan ke dalam tulisan-tulisan ringan. Karena tiap orang memiliki pengalaman, yang terkadang terlalu sayang jika hanya disimpan sendiri. Pengalaman kita yang berbeda-beda, seringkali mampu memperkaya.

Di edisi sebelum terakhir ini, kami bergumam tentang kesuksesan. Saya pribadi percaya, tiap kesuksesan memiliki rahasia. Rahasianya adalah percaya.

Seorang yang meraih sukses karena percaya bahwa tekun adalah sebuah kunci kesuksesan: maka ketekunan tak akan pernah luput dari kepalanya. Ada pula, orang lain yang sukses karena percaya bahwa sukses datang sebab sikapnya yang tahan banting. Saya yakin, tahan banting tak akan menghianatinya. Sukses kita adalah saat kita percaya, bahwa kita memang telah dipersiapkan menghadapi segala baik-buruk yang selalu datang tiba-tiba. Lantas, bagaimana engkau memaknai suksesmu? Bagaimana memperjuangkannya? Marilah menengok diri kembali, seberapa percaya kita pada diri sendiri.

Semoga bisa dinikmati, dan selamat membaca!

 

REDAKSI YA!

Suka-suka

Mencintai dalam Doa

Oleh: Arifin

Sore hari setelah menjalani kuliah yang padat, terlebih mata kuliah pertama yang diasuh seorang dosen yang “kurang bersahabat”. Tak hanya itu, hampir semua mata kuliah memberikan tugas yang membutuhkan survey ke beberapa tempat dan research dari berbagai macam artikel. Huff, lelah teramat menemaniku. Hal ini merupakan resiko kuliah di salah satu universitas terkenal di Ibukota. Akan tetapi, semua yang terasa bagaikan memikul Bumi dengan tangan kosong, tiba-tiba menghilang tak bersisa setelah kedua mataku melihat seorang perempuan cantik bak bidadari, sengaja jatuh dari surga, menuju arahku. Continue reading “Mencintai dalam Doa”

Teropong

Harry Potter Series : Menyusun Potongan Puzzle

Oleh: Hanifatul Rahmah

“Seseorang yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan Pangeran Kegelapan mendekat. Dilahirkan kepada mereka yang telah menantangnya tiga kali, dilahirkan bersamaan dengan matinya bulan ketujuh.  Sang pangeran kegelapan akan menandainya sebagai tandingannya, tetapi dia akan memiliki kekuatan yang tidak diketahui oleh pangeran kegelapan. Dan yang satu harus mati di tangan yang lain, karena yang satu tak bisa hidup sementara yang lain bertahan.” Continue reading “Harry Potter Series : Menyusun Potongan Puzzle”

Pemikiran dan Tokoh

Pemuda Kaya Berbau Surga

Oleh: Intan Popy Rinaldy

 

Masa muda, masa dimana seseorang mulai merasakan nikmatnya dunia dan ingin mencapai segalanya. Kata sebagian orang, masa muda itu masa yang sangat indah, masa yang penuh kesenangan. Banyak pemuda yang lalai, bahkan jauh sekali keadaannya dari sekedar untuk mengingat kematian, sebab pada fase ini orang-orang lebih banyak memaksimalkan dirinya pada urusan dunia. Apalagi jika diselimuti oleh fasilitas hidup yang dijamin orang tua, kondisi mapan dan wajah rupawan. Sungguh kehidupan yang sempurna, kelihatannya. Apakah ini yang dinamakan dengan kehidupan bahagia dan sukses?. Setiap orang pasti memiliki  pendapat berbeda, tergantung dari sudut mana menafsirkannya. Mari sejenak kita melihat ke belakang, belajar dari seorang tokoh pada zaman Rasullah shallallahu a’laihi wa sallam. Adalah seorang Mushab Bin Umair, pemuda kaya raya berpenampilan rupawan dan terbiasa dengan kehidupan dunia. Continue reading “Pemuda Kaya Berbau Surga”

Memori

RIVAL

Oleh : Afif Muhammad

 

Salatiga siang itu terasa cukup menyengat. Beruntunglah kami termasuk yang datang lebih awal sehingga berkesempatan memilih rumah yang akan ditinggali selama sebulan. Komplek pembinaan ini cukup menyenangkan. Area luas dikelilingi banyak pepohonan namun tidak terlalu jauh dari perkotaan menjadikan tempat ini ideal sebagai tempat belajar dan memfokuskan diri. Jarak 20 menit naik kendaraan umum dari komplek pembinaan terdapat universitas. Disanalah semua peserta akan menerima bimbingan nantinya. Continue reading “RIVAL”

Kicauan

“Sukses menurut mereka…”

Dirangkum oleh : T.M.R.T.

 

Sukses adalah ketika kamu mencapai pencapaianmu. Sukses juga saat kamu mampu mendidik calon-calon sukses yang bisa melanjutkan kesuksesanmu. Sukses yang indah ialah saat sukses itu sendiri mampu kamu rasakan bersama orang-orang yang yakin kamu mampu sukses. Sukses bukan hanya berarti kebahagian bagi dirimu, bisa jadi ia juga kebahagiaan bagi orang lain, selain dirimu yang menikmati kesuksesanmu. Melihat lebih dalam, sukses yaitu disaat kamu tahu, kamu ingat dan kamu melihat Pencipta dirimu dan Pencipta kesuksesanmu itu.

  • R. Ihsan

 

Success is when you are happy with the results of what you have worked for. The indicator is yourself, your own satisfaction.

  • Nadya

 

Sukses itu kata sederhana yang memerlukan air mata, perjuangan dan jerih payah untuk mencapainya. Karena pemandangan yang indah di puncak, selalu memerlukan usaha keras agar bisa sukses.

  • Reza

 

Everybody works so hard for their success. But when they get stuck, or get tired, most of them quit easily because they start with WHAT then HOW. But when you start with WHY, then HOW, then WHAT, it gives you a bunch of shots to keep you motivated then you can keep going.

  • Ilham

 

Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika anda mencintai pekerjaan anda, anda akan menjadi orang yang sukses.

  • Faizal

 

Tak perlulah kita bandingkan cerdiknya kancil atau kera, kuasanya singa atau hyna, cemerlangnya gajah atau lumba-lumba. Perbandingan tak bisa jadi tolak ukur keberhasilan. Dunia butuh mereka yang berani menjadi berbeda.

  • Sakinah

 

Memanjakan diri dengan muhasabah, berdiri tegap dalam istiqomah, jiwa dan raga yang berjalan fisabilillah, tersenyum meraih “sukses”

  • Anun