Kicauan

Baca! Suka! Tanda!

Dirangkum oleh: DinaMetuah

 

Hani:

“Dalam kehidupan sehari-hari kita mudah sekali memimpikan hal-hal besar, tapi sangat malas untuk memulai hal-hal kecil.  Padahal, hal-hal kecil, langkah-langkah kecil itulah yang akan menjadikan mimpi itu jadi besar”

  • 99 Inspirasi Pagi Untuk Setiap Muslim, Muhammad H. Bashori

Fitrah:

“Akan ada selalu jalan keluar sepanjang kita berfikir positif”

  • Matahari, Tere Liye

Rhesa:

“Ia lantas mendekapku erat-erat. Berbisik lembut, ‘Mamak akan mengizinkan kau pergi, Bujang. Meski itu sama saja dengan merobek separuh hati mamak. Pergilah, anakku, temukan masa depan mu. Sungguh, besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada dalam diri mu. Pulang..’”

  • Pulang, Tere Liye

“Failure only happens when we give up”

  • The True Life of Habibie, Andi Makmur Makka

“Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana”

  • Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El-Shirazy

Azzam:

“Wahai Langit

Tanyakan pada-Nya

Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..

Begitu rapuh dan mudah terluka..

Saat dihadapkan denganduri-duri cinta

Begitu kuat dan kokoh

Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu

Di dalam hati ini..

Mengisi kekosongan di dalamnya

Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih

Menimbulkan segudang tanya

Menghimpun berjuta asa

Memberikan semangat..

Juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa

Menghimpit bayangan

Menyesakkan dada..

Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…

Wahai ilalang…

Pernah kan kaumerasakan rasa yang begitu menyiksa ini

Mengapa kau hanya diam

Katakan padaku

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..

Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..

Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin membuat berisik dirimu

Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku

Aku tak tahu apa maksudmu

Hanya menduga..

……

  • Sayap-sayap Patah, Kahlil Gibran

 

Munir:

“Renungan  tentang  sejati  tubuh  manusia, meminjam kata-kata filsuf  Perancis,  A. Merleau-Ponty : Tubuh  adalah  kendaraan  kehadiran kita  di dunia. Untuk  makhluk  yang hidup, memiliki  tubuh  berarti  bergumul  di  dalam  suatu  lingkungan  tertentu, berhadapan  dengan hal-hal  tertentu  dan  melibatkan diri dengan nya  tanpa  henti… Tubuh  dalam   arti   adalah   ruang  yang   mengungkapkan  diri”

  • Wastu Citra, Y.B Mangunwijaya

Sufi:

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk  mimpi-mimpi  itu”

  • Sang Pemimpi, Andrea Hirata

Vichi:

“Kamu tahu  mengapa  kita  mengenang   banyak hal ketika  hujan turun? Karena kenangan sama seperti  hujan. Ketika ia  datang, kita  tidak  bisa  menghentikannya. Bagaimana   kita akan menghentikan  tetes  air  dari  langit? Hanya bisa  ditunggu, hingga  selesai  dengan  sendirinya”

  • Hujan, Tere Liye

Fakhrun:

“Hidup bukanlah tentang mampu atau tidak mampu, melainkan mau atau tidak mau”

  • Tuhan Maha Romantis, Azhar Nurun Ala

Syamil:

“If we wait until we’re ready, we’ll be waiting for the rest of our lives”

  • The Ersatz Elevator, Lemony Snicket

Uda Fikri:

“Jauah bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak diraso (jauh berjalan banyak yang dilihat, lama hidup banyak yang dirasa)”

  • Rantau 1 Muara, A. Fuadi

Mba Winda:

“Give a girl an education and introduce her properly into the world, and ten to one but she has the means of settling well, without further expense to anybody”  

  • Pride and Prejudice, Jane Austen

Daeng Muji:

“Satu dua diantara diantara ukuran yang biasanya kita pakai terhadap seseorang yang terjun ke masyarakat sebagai pemimpin adalah, apakah pertama sekali ia dapat melihat ke depan, kedua apakah ia cukup mempunyai watak konsekuen untuk memegang pandangannya ke depan itu”

  • Dari Penjara ke Penjara/ Jilid 3, Tan Malaka

Fatimah:

“Without a map, you can find uncharted places. Be unreachable; you can talk to people on your journey. Miss a few updates from others, and discover yourself instead. Your gadgets are tethering you to a world you know very well..  Turn them off to explore new places”

  • How To Be Interesting, Jessica Hagy

MasMuafi.com:

“Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa orang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”

  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah Itu Mati?, Tasaro G.K.

“… Baginya, menciptakan kebahagiaan dalam menyantap hidangan mampu melepaskan kegelisahan.”

  • Lagi-Lagi Tentang Rezeki, masmuafi.com

“Bu alemde kendi kendinin cahili olana, kendinden büyük düşman, kendi kendini bilene de kendinden sadık dost var mıdır?”

  • Bir Dünyadan Bir Dünyaya, Samiha Ayverdi

Teteh Anun:

“Hidupku kini ibarat mengayuh biduk membelah samurda hidup. Selamanya akan naik turun dilamun gelombang dan ditampar badai. Tapi aku tak akan merengek pada air, pada angin dan pada tanah. Yang membuat aku kukuh adalah aku tahu kemana tujuan akhirku di ujung cakrawala. Dan aku tahu aku tidak sendiri. Di atas sana ada Tuhan yang menjadi tempat jiwa ragaku sepenuhnya bertumpu”

“Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian. Dan kebermanfaatan”

  • Rantau 1 Muara, A. Fuadi

Melda:

“It’s only with the heart that one can see rightly; What is essential is invisible to the eye”

  • The Little Prince, Antoine de Saint Exupery

Bunda Rahma:

“Aku tidak tertarik siapa dirimu dan bagaimana kau tiba di sini, aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api bersamaku dan tidak mundur teratur. Aku tidak tertarik dimana atau dengan siapa kau belajar, aku ingin tahu apa yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan. Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu, dan apakah kau benar-benar menyukai teman-temanmu  di saat-saat hampa – A Passion fort he Possible, Jean Houston ”

  • Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah

Muammar:

“Quitter never win and winner never quit!”

  • Notes From Qatar/Jilid 3

Popy:

“Hidup ini memang sendiri, di perut ibu sendiri, dalam kuburan sendiri, nanti menanggung dosa dan pahala juga sendiri. Dalam kenyataan hidup sehari-hari, kelihatannya saja orang berkumpul dan berteman atau berkeluarga, tapi senantiasa setiap orang bertempat tinggal di dalam dirinya sendiri, punya ‘kesibukan hati’ yang sendiri dan diam-diam. Sehingga orang lain tak ada yang tahu, bahkan pepatah mengatakan ‘dalamnya laut bisa diduga, hati orang siapa yang tahu’.Ya, hidup ini sendiri, amat sendiri”

  • Markesot Bertutur Lagi, Emha Ainun Nadjib

DinaMetuah:

“Suatu hari dia  bertanya, apakah dia boleh melukis wajahku. Sebuah kehormatan kataku…. Sering kulihat wajahku di depan kaca, tapi pantulan kaca rupanya tak berjiwa. Barangkali karena manusia berkaca hanya untuk satu tujuan, yaitu ingin melihat dirinya indah. Sebaliknya lukisan Tara menceritakan segala hal tentangku, bahkan tentang hal-hal yang aku sendiri tak tahu. Dia menangkap setiap tarikan napasku, memetakan nasibku dalam garis lurus, lengkung, arsiran, dan membunyikan hal-hal yang tersembunyi dalam kalbuku: janji-janji, mimpi-mimpi, penyesalan, dan kerinduan. Melihat lukisan itu, aku merasa untuk kali pertama bertemu dengan diriku sendiri dan aku gembira karena ternyata ada kebaikan dan harapan dalam diriku meski hal itu hanya dilihat oleh seorang anak kecil”

  • Sirkus Pohon, Andrea Hirata

NisaMaulida:

Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”

– Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Kicauan

“Sukses menurut mereka…”

Dirangkum oleh : T.M.R.T.

 

Sukses adalah ketika kamu mencapai pencapaianmu. Sukses juga saat kamu mampu mendidik calon-calon sukses yang bisa melanjutkan kesuksesanmu. Sukses yang indah ialah saat sukses itu sendiri mampu kamu rasakan bersama orang-orang yang yakin kamu mampu sukses. Sukses bukan hanya berarti kebahagian bagi dirimu, bisa jadi ia juga kebahagiaan bagi orang lain, selain dirimu yang menikmati kesuksesanmu. Melihat lebih dalam, sukses yaitu disaat kamu tahu, kamu ingat dan kamu melihat Pencipta dirimu dan Pencipta kesuksesanmu itu.

  • R. Ihsan

 

Success is when you are happy with the results of what you have worked for. The indicator is yourself, your own satisfaction.

  • Nadya

 

Sukses itu kata sederhana yang memerlukan air mata, perjuangan dan jerih payah untuk mencapainya. Karena pemandangan yang indah di puncak, selalu memerlukan usaha keras agar bisa sukses.

  • Reza

 

Everybody works so hard for their success. But when they get stuck, or get tired, most of them quit easily because they start with WHAT then HOW. But when you start with WHY, then HOW, then WHAT, it gives you a bunch of shots to keep you motivated then you can keep going.

  • Ilham

 

Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika anda mencintai pekerjaan anda, anda akan menjadi orang yang sukses.

  • Faizal

 

Tak perlulah kita bandingkan cerdiknya kancil atau kera, kuasanya singa atau hyna, cemerlangnya gajah atau lumba-lumba. Perbandingan tak bisa jadi tolak ukur keberhasilan. Dunia butuh mereka yang berani menjadi berbeda.

  • Sakinah

 

Memanjakan diri dengan muhasabah, berdiri tegap dalam istiqomah, jiwa dan raga yang berjalan fisabilillah, tersenyum meraih “sukses”

  • Anun
Kicauan

Kicauan Kenangan

 

Fethiye

Dahulu ilalang, demikian riwayat Bayram Dede ketika pindah ke Fethiye empat puluh tahun lalu, ketika serah terima akta tanah untuk mengembala domba membawa serta keluarga. Kini, Fethiye adalah bagian dari lokus kenangan yang senantiasa bertumbuh. Sebut saja Ilahiyat Fakultesi, Podyum Park, FSM, masjid Somuncu Baba. Betapa harmoni itu telah mendarah daging di sana, antara suara dengung ilmu di kelas-kelas fakultas, rapalan Alquran di cami dan Kuran Kursu yang berefleksi terbalik dengan hingar bingar malam dan gemerlap lampu kafe. Silakan terkejut sekarang, karena peradaban akan lahir di sana lima atau sepuluh tahun lagi lewat tangan cendekia. Tempat banyak orang baik dan orang yang tak jera untuk terus berbuat baik.

Kunjungilah jalan-jalan di Fethiye menjelang Eylül-engkau (masih) akan dapati dapur kayu mengepul membuat domates salcasi stok musim dingin, atau receli sisa panen kebun di musim panas.  Duduklah semenit dua menit di taman, engkau akan tahu berapa jumlah lalu lalang öğrenci Ilahiyat pulang sekolah membawa bungkusan ekmek panas dari kedai roti di ujung sana. Tahanlah kantuk sejenak jika tetanggamu mengundang minum teh selepas Isya, boleh jadi banyak berkah silaturahim disana. Nikmati hidup sebagai penduduk negeri, tempat euforia kebaikan begitu terasa.

Fatimah Az Zahra

 

Ulucami

Kala itu kota Bursa sedang dihujani salju tipis-tipis, tapi dinginnya mampu menembus tiap-tiap lapisan kulit sekian tebal. Hawa dingin lekas teralihkan tatkala bangunan yang kokoh berdiri di jantung kota Bursa melantukan suara muadzin yang menggema bersama suara-suara angin. Dialah bangunan dengan dua puluh kubah kecil-kecil yang sarat hikayat yang melegenda dalam sejarah Islam. Dialah saksi atas kemenangan Beyazid di Perang Nicopolis setelah mengalahkan pasukan perang Salib di abad pertengahan. Kini, dia menjadi saksi atas kemenangan setiap insan yang berhasil menaklukan pertempuran hebat dengan hati mereka sendiri, atas pencarian tentang hakikat sang Pencipta. Dialah saksi atas setiap tangan yang menengadah penuh harap kepada Sang Khalik. Dia pulalah yang menjadi saksi atas derai air mata yang jatuh kala bersimpuh pada Ilahi. Seolah sudah jadi kodratnya menjadi saksi bisu tiap peristiwa, hari itu adalah perpisahan saya dengan kota Bursa, dan dia menjadi saksi akhir perjalananku di negeri Khalifah.

Enam tahun lalu saya minum dari pancuran air Ulucami, dan saya datang kembali empat tahun kemudian. Enam bulan lalu saya minum airnya lagi, mungkin saya akan datang kembali empat bulan lagi. Ulucami akan menjadi saksinya.

Fadhilah Wulandari

 

BursaRay

Bergerak setiap pagi mengangkut orang-orang yang berkejaran pergi ke daerah industri di organize sanayi, para mahasiswa yang hendak kuliah, dan para lansia yang ingin bepergian sejenak melepas jenuh. BursaRay pagi sering diwarnai cekcok ibu-ibu, suara musik yang bocor dari headset anak kuliahan, atau suara kakek-kakek tua yang bertelepon ria tanpa peduli penumpang di sebelahnya yang terganggu. Berbekal secarik kertas kecil bertuliskan “Üniversite 2.No’lu” aku memulai perkenalanku dengan kereta hijau bergerbong empat ini. Ia tempat refleksi diri karena akan begitu banyak jenis orang yang kau temui. Dari teyze-teyze berjilbab lebar yang memegang zikir matik sepanjang jalan serta amcaamca yang memutar tasbih, anak kuliahan yang tertidur kelelahan sambil memegang ders notu untuk vize, siswa SMA yang akan memandang wajah asing dengan penuh rasa ingin tahu, sampai tipe orang yang akan mewawancarai orang asing sepanjang perjalanan. Jika berkunjung ke Bursa, sesekali naiklah metro seorang diri dan perhatikan sekelilingmu dengan jeli. Mungkin akan kau dapatkan kesanmu sendiri.

Hanifatul Rahmah

Kicauan

KICAUAN EMPAT

Dirangkum oleh: Intan Popy Rinaldy

Senyum : Saat ini hanya dua hari saja aku tak melihat senyumnya, Sabtu dan Minggu. Berharap suatu saat nanti senyumnya akan menjadi halal bagiku. (Asti)

Kamu : Aku adalah ‘Kamu’ bagimu, dan kamu adalah ‘Kamu’ bagiku. Kita sama-sama ‘Kamu’ ketika kita sebagai ‘Aku’ karena aku adalah ‘Kamu’ untukmu dan kamu adalah ‘Kamu’ untukku. (Vichi)

Kopi : Ibarat kehidupan, manis pahitnya tergantung bagaimana kita menikmatinya. (Winda)

Niat : Semuanya berawal dari niat. Niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik juga. Tak lupa diiringi dengan usaha dan doa untuk hasil yang sempurna. (Iman)

Ayah : AYAH, Ada cinta yang tak terhingga. Ada hampa hidup tanpanya. (Fakhrun)

Waktu : Tanganmu bisa merebut hari ini tapi tidak hari esok, dan pikiran-pikiranmu tentang hari esok tidak lain adalah nafsu. Jangan buang-buang nafas ini, kalau hatimu tidak gila, karena sesungguhnya sisa hidupmu tidak berlangsung selamanya. (Ilham)

Titik : Tak hanya penutup, namun dia jugalah awal dari semua ini. (Maryam)

Sabtu : Satu hari yang hendak dinanti setiap manusia, datang setelah lima hari lamanya berkegiatan. Akhir pekan bersama keluarga, pun dengan para sahabat. Sabtuku yang kutunggu. (Faizal)

Kita : Tak akan ada karena ribuan atau jutaan aku. Tapi, kamu, dua kamu saja sudah cukup untuk terciptanya kita. (Dina)

Kicauan

Kicauan Dua

Dirangkum oleh: Hanifatul Rahmah

 

Menunggu

Menunggu itu, butuh kesabaran sampai yang ditunggu-tunggu itu datang, terjadi dan yang menyakitkan, kadang tak pasti. (Puji Astiningsih)

Rindu

Tak sesederhana kalimat “Aku sangat meRINDUkanmu” karena rindu tak se-simple ucapan. Juga tak layak memaksakan dan dipaksakan. Rindu ada ketika hati menginginkan. Dan aku, logika dan hatiku menanamkan keyakinan ketika ada rindu maka akan ada titik pertemuan membahagiakan. (Dwi Puspita)

Awal

“Awal” mengapa harus awal yang menjadi tema? Karena segala sesuatu pasti berawal. Dalam dimensi metafisik, awal merupakan niatan suatu tindakan atau perbuatan dan juga sebuah sifat. Mengapa cinta itu berawal? Berawal dari tatap muka atau karakter orang yang membentuk kita mencintai subjek. Begitu juga dengan buletin Ya! Berawal dari apakah terbentuknya buletin Ya!?. (Ahmad Sidqi)

Pagi

Bagiku pagi, berarti aku masih punya satu hari lagi untuk menemuinya. Buatku pagi, berarti aku masih punya kesempatan untuk merubah dunia. Buatku pagi, berarti aku masih bisa menanam benih-benih kebaikan yang nanti akan bermekaran disore hari. Buatku pagi, berarti aku satu langkah lebih dekat denganMu satu langkah lebih jauh dari dunia. Buatku pagi, berarti harapan baru. Buatku pagi, berarti kesempatan. (Fahmi M. Hanif)

Sunyi

Sunyi adalah kesetiaan, dia selalu ada ketika semuanya hilang. (Sahruddin)

Asa

Penantian yang lahir dari harapan, yang mudah mati karena kekecewaan. (Ainun Nuha Alfarisi)

Senin

Aku adalah biskuit lapis coklat, kau adalah segelas susu putih hangat. Sepasang kecil kebahagiaan ketika diluar sedang hujan deras disore Senin kala itu. (Intan Popy R)

Lupa

Orang yang menyadari siapa dirinya, tahu bahwa dirinya lemah dan membutuhkan rahmatNya. Orang yang menyadari siapa dirinya, tak akan sombong dan bangga dengan kelebihannya. Orang yang menyadari siapa dirinya tahu bahwa dia tidak bisa hidup tanpaNya meski sekejap mata. Tapi, dunia sering membuat orang lupa, siapa dirinya sebenarnya. (Komari Yulindra)

Perahu

Akankah dia sampai pada tujuan akhir yang tak pernah dia tahu entah dengan utuh, dengan kehilangan bagian dirinya, ataukah dia akan terombang ambing tenggelam dan karam ditangan lautan yang menginginkannya. (Afif Nofian)

Malam

Waktu bagi para pekerja beristirahat, para hamba bermunjat, para pendosa semakin leluasa dalam maksiat, para pencari berkontempelasi menuai inspirasi, para nelayan membelah lautan, para peneliti tetap bersabar menunggu petri-petri untuk menggali ilmu ilahi, dan bagi anak-anak jermal malam, malamnya tetap diisi dengan terjaga menunggu jaring-jaring ikan agar tak khilaf menariknya ketika penuh. Malam adalah separuh waktu yang membentuk jati diri hidup kita. Maka apakah yang sudah diberikan malam-malammu untuk dirimu?. (Widya Asmarawati)

Rahasia

Antara saya dan Dia. (Maryam A.I. Shabrina)

Kicauan

Kicauan Satu

dirangkum oleh: Dina Metuah

 

Senyum” : Aku melihat bunga di wajahmu ketika sudut bibirmu meruncing, memanjang menyentuh pipi. Meskipun otot yang digunakan lebih sedikit dari pada cemberut, namun sulit dilakukan ketika suasana hati tak baik.  Ketika petasan kebahagian meletus di hati, letupan itu terpancar melalui bentuk bibirmu dan menularkan kebahagian kepada orang yang melihat.

(Vichi)

“Cerita” : Terlalu sering bercerita tak membuat seorangpun selalu merasa bahagia.

(Nisa)

“Bahagia” : Kini, setelah sekian lama hingga akhirnya aku berhasil meraihnya, aku merasa ini tak seberapa. Aku melihatnya, ah! Usahaku biasa saja. Kucoba selanjutnya. Aku puas, bahagia. Namun mengapa bahagiaku tak lama? Sebesar usahamu, sebesar itu pula kebahagiaanmu, katanya.
Apa harus kulakukan sesuatu untuk merasa bahagia? Bagaimana kalau aku diam saja?.

(Muafi)

“Teh” : Kebersamaan hangat, lalu kau pindah kemataku dengan cerita dan berita beragam.

(Popy)

“Percaya” : Aku tahu Tuhan Maha Tahu, tapi tetap saja aku suka bercerita kepada Tuhan – hampir setiap malam. Karena aku percaya Dia Maha Mendengar.

(D. Metuah)
“Pengorbanan” : Kerja keras tanpa dibarengi dengan pengorbanan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

(Muammar)

“Cinta” : Cinta itu berada di pertengahan, tepat diantara logika dan perasaan hati.

(Muji)

“Janji” : Entah mengapa, memberi janji itu lebih jahat daripada berbohong, karena kita tidak hanya bikin orang percaya, tapi juga berharap.

(Maestro)

“Laut” : Laut bisa jadi penghubung dan pemisah tergantung dari perspektif mana kamu melihatnya. Bagiku ia penghubung.

(Rahma)

 

“Pena” : Kau layaknya bak Mahadiraja sanggup mengarahkan haluan dunia, memintarkan dan men-jahil-kan manusıa, melukis peradaban, pun merajut-rias rasa indah itu dihati dua insan.

(Fikri)