Imaji

Ajarkan Berbagi

Ibu,

Sore itu  di perempatan jalan antarkota

Seorang anak duduk, memincingkan mata

Terik membakar wajahnya

Tangannya terjulur meminta-minta

Ayah ibuku tak ada, katanya;

 

Ibu,

Hari ini di kolom koran pagi

Potret kekacauan berdarah mengisi

Di negeri seberang perang terjadi

Sanak saudara terpisah sendiri-sendiri

Sebagian lari, sebagian mengungsi, sebagian mati;

 

Ibu,

Malam itu seorang pria pucat pasi

Meringis seraya menyeret kaki

Lapar, menekan perut yang belum juga terisi

Mengais makanan sisa selebrasi

Sampah pesta para pria berdasi;

 

Ibu,

Kalau memang Tuhan ajarkan berbagi

Mengapa sebagian tetap lapar?

Sedang sebagian terus terisi

Mengapa sebagian mati mengungsi?

Sebagian terus menumpuk pundi-pundi;

 

Ibu,

Jika berbagi itu seindah definisimu

Mengapa pengemis itu duduk lemah?

Gelas di depannya kosong, tak ada lembaran rupiah

Jika berbagi itu mudah seperti katamu

Mengapa adik kecil itu putus sekolah?

Seakan ia tak berhak masa depan cerah;

 

Ibu, apa itu berbagi?

 

(pasarkata@hotmail.com)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *