Imaji

NOL

Oleh: Zulfikri

 

Desah nafas yang berburu penuh

Detik, menit, jam yang saling berburu memenuhi kerja penuhku

Melewati tapak jalan yang kumuh

Lagi, lagi, aku balik ke perasaan nol yang terbunuh

 

Aku berpikir, ini bukanlah ujung dari waktu

Ya, ini adalah awal dari permulaan baru

Sikat, lindas kerikil hidup, tanpa mengadu

Lagi, lagi, aku balik ke nol-ku yang dulu

 

Hidup ganas, layaknya harimau yang lapar dan berliur

Mencengkeram wujud kurus yang terbujur

Bak, pecut yang membangkitkan api semangat yang terkubur

Kembali pada titik nadir nol, aku menjadi hancur lebur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *