Imaji

Tunarasa

Mama, apa itu cinta? Aku bertanya sesaat,

Ia tak menjawab hanya menatapku dengan wajah pucat

Papa, apa itu perjuangan? Ku alihkan wajahku ke arah kanan,

Oh, maaf aku selalu saja lupa kalau dia sudah lama tak di sana

Aku menatap cermin, kudapati jawaban untuk sesuatu yang tidak kutanyai;

Apa itu sepi?

 

Hai, adik mungil, bagaimana rasanya pelukan?

Sayang sekali aku tak mendengar jawaban,

Memiliki apa yang belum dipahami,

Memahami, namun tidak dapat memiliki,

Kadang hidup suka bergurau pada diri

 

Kemarin di taman bermain,

Anak menangis dimarahi sang ayah

Semakin marah sang ayah, semakin si anak ingin kepangkuannya

Padahal, aku selalu ingin jauh dari orang-orang yang memarahiku

 

Mengapa kau menggenggam tangannya?

Karena akulah pahlawan baginya

Kamu?..,

Aku  merasa tidak takut saat berada di dekatnya

Kedua anak jalanan itu berlari-lari kecil, menuju halaman mesjid

 

Sore tadi kepada sepasang kekasih aku bertanya;

Bagaimana rasa saling memiliki?,

Ali; seperti memiliki ratu untuk dihormati,

Fatimah; laksana memiliki raja untuk berbakti

 

Saat ini mereka bertanya padaku; Apa itu bahagia?

Hahahahaha, yang benar saja?, padaku?,

Aku hanya seorang tunarasa, sedang berguru pada kehilangan,

Mengharap Tuhan mencurahkan pemahaman.

D Metuah

Taman di sudut jalan, 25 April 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *