Kicauan

Kicauan Dua

Dirangkum oleh: Hanifatul Rahmah

 

Menunggu

Menunggu itu, butuh kesabaran sampai yang ditunggu-tunggu itu datang, terjadi dan yang menyakitkan, kadang tak pasti. (Puji Astiningsih)

Rindu

Tak sesederhana kalimat “Aku sangat meRINDUkanmu” karena rindu tak se-simple ucapan. Juga tak layak memaksakan dan dipaksakan. Rindu ada ketika hati menginginkan. Dan aku, logika dan hatiku menanamkan keyakinan ketika ada rindu maka akan ada titik pertemuan membahagiakan. (Dwi Puspita)

Awal

“Awal” mengapa harus awal yang menjadi tema? Karena segala sesuatu pasti berawal. Dalam dimensi metafisik, awal merupakan niatan suatu tindakan atau perbuatan dan juga sebuah sifat. Mengapa cinta itu berawal? Berawal dari tatap muka atau karakter orang yang membentuk kita mencintai subjek. Begitu juga dengan buletin Ya! Berawal dari apakah terbentuknya buletin Ya!?. (Ahmad Sidqi)

Pagi

Bagiku pagi, berarti aku masih punya satu hari lagi untuk menemuinya. Buatku pagi, berarti aku masih punya kesempatan untuk merubah dunia. Buatku pagi, berarti aku masih bisa menanam benih-benih kebaikan yang nanti akan bermekaran disore hari. Buatku pagi, berarti aku satu langkah lebih dekat denganMu satu langkah lebih jauh dari dunia. Buatku pagi, berarti harapan baru. Buatku pagi, berarti kesempatan. (Fahmi M. Hanif)

Sunyi

Sunyi adalah kesetiaan, dia selalu ada ketika semuanya hilang. (Sahruddin)

Asa

Penantian yang lahir dari harapan, yang mudah mati karena kekecewaan. (Ainun Nuha Alfarisi)

Senin

Aku adalah biskuit lapis coklat, kau adalah segelas susu putih hangat. Sepasang kecil kebahagiaan ketika diluar sedang hujan deras disore Senin kala itu. (Intan Popy R)

Lupa

Orang yang menyadari siapa dirinya, tahu bahwa dirinya lemah dan membutuhkan rahmatNya. Orang yang menyadari siapa dirinya, tak akan sombong dan bangga dengan kelebihannya. Orang yang menyadari siapa dirinya tahu bahwa dia tidak bisa hidup tanpaNya meski sekejap mata. Tapi, dunia sering membuat orang lupa, siapa dirinya sebenarnya. (Komari Yulindra)

Perahu

Akankah dia sampai pada tujuan akhir yang tak pernah dia tahu entah dengan utuh, dengan kehilangan bagian dirinya, ataukah dia akan terombang ambing tenggelam dan karam ditangan lautan yang menginginkannya. (Afif Nofian)

Malam

Waktu bagi para pekerja beristirahat, para hamba bermunjat, para pendosa semakin leluasa dalam maksiat, para pencari berkontempelasi menuai inspirasi, para nelayan membelah lautan, para peneliti tetap bersabar menunggu petri-petri untuk menggali ilmu ilahi, dan bagi anak-anak jermal malam, malamnya tetap diisi dengan terjaga menunggu jaring-jaring ikan agar tak khilaf menariknya ketika penuh. Malam adalah separuh waktu yang membentuk jati diri hidup kita. Maka apakah yang sudah diberikan malam-malammu untuk dirimu?. (Widya Asmarawati)

Rahasia

Antara saya dan Dia. (Maryam A.I. Shabrina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *