Kicauan

KICAUAN EMPAT

Dirangkum oleh: Intan Popy Rinaldy

Senyum : Saat ini hanya dua hari saja aku tak melihat senyumnya, Sabtu dan Minggu. Berharap suatu saat nanti senyumnya akan menjadi halal bagiku. (Asti)

Kamu : Aku adalah ‘Kamu’ bagimu, dan kamu adalah ‘Kamu’ bagiku. Kita sama-sama ‘Kamu’ ketika kita sebagai ‘Aku’ karena aku adalah ‘Kamu’ untukmu dan kamu adalah ‘Kamu’ untukku. (Vichi)

Kopi : Ibarat kehidupan, manis pahitnya tergantung bagaimana kita menikmatinya. (Winda)

Niat : Semuanya berawal dari niat. Niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik juga. Tak lupa diiringi dengan usaha dan doa untuk hasil yang sempurna. (Iman)

Ayah : AYAH, Ada cinta yang tak terhingga. Ada hampa hidup tanpanya. (Fakhrun)

Waktu : Tanganmu bisa merebut hari ini tapi tidak hari esok, dan pikiran-pikiranmu tentang hari esok tidak lain adalah nafsu. Jangan buang-buang nafas ini, kalau hatimu tidak gila, karena sesungguhnya sisa hidupmu tidak berlangsung selamanya. (Ilham)

Titik : Tak hanya penutup, namun dia jugalah awal dari semua ini. (Maryam)

Sabtu : Satu hari yang hendak dinanti setiap manusia, datang setelah lima hari lamanya berkegiatan. Akhir pekan bersama keluarga, pun dengan para sahabat. Sabtuku yang kutunggu. (Faizal)

Kita : Tak akan ada karena ribuan atau jutaan aku. Tapi, kamu, dua kamu saja sudah cukup untuk terciptanya kita. (Dina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *