Suka-suka

Mencintai dalam Doa

Oleh: Arifin

Sore hari setelah menjalani kuliah yang padat, terlebih mata kuliah pertama yang diasuh seorang dosen yang “kurang bersahabat”. Tak hanya itu, hampir semua mata kuliah memberikan tugas yang membutuhkan survey ke beberapa tempat dan research dari berbagai macam artikel. Huff, lelah teramat menemaniku. Hal ini merupakan resiko kuliah di salah satu universitas terkenal di Ibukota. Akan tetapi, semua yang terasa bagaikan memikul Bumi dengan tangan kosong, tiba-tiba menghilang tak bersisa setelah kedua mataku melihat seorang perempuan cantik bak bidadari, sengaja jatuh dari surga, menuju arahku.

 

Namanya Citra Andini, gadis berumur 21 tahun. Gadis yang setahun lebih muda dariku, berkulit putih bersih. Sehari-hari dia mengenakan pakaian muslimah dengan jilbab lebar menutupi lekuk tubuhnya. Kira-kira tingginya 167 cm, tergolong tinggi di atas rata-rata bagi perempuan Indonesia. Namun, Citra semakin menaklukkan mata ketika ekspresi wajahnya mengukir senyum, sangatlah manis, membuat simpati kaum Adam. Bersifat lembut, hangat dan penuh perhatian.

Keesokan harinya, jeda mata kuliah pertama, ketika teman-teman sedang asyik makan dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, aku lebih memilih untuk sholat dhuha di masjid. Aku bergegas menuju masjid untuk melaksanakannya. Usai sholat, tak lama kuliahku berlanjut. Aku harus bergegas menuju ke kelas. Tak sengaja aku menabrak Andini yang membawa mukena untuk sholat dhuha tadi. Mukenanya pun terjatuh. Tanpa basa-basi, kuambil mukena itu lalu memberikannya sambil mengucapkan maaf, kemudian kulanjutkan langkah ke kelas.

Setelah semua kegiatan kuliah selesai, aku belum menyadari ada sesuatu yang hilang dari penampilanku. Ternyata jam tanganku raib. Barang penunjang penampilan itu adalah hadiah ulang tahun dari Almarhum ayahku. Aku sangat menyukai dan selalu menjaga jam tangan tersebut.

Setelah sampai di rumah, aku baru menyadari bahwa benda tersebut sudah tak lagi melekat di tanganku. Aku pun teramat gelisah. Keesokan harinya, aku menanyakan berita kehilangan jam tangan tersebut kepada teman-teman sekelas. Mereka pun tak melihatnya. Jam tangan tersebut begitu spesial dan berharga bagiku. Selain, pemberian berharga dari Almarhum ayahku, jam tangan itu adalah limited edition, yang hanya dibuat sepuluh unit saja.

Esoknya lagi, aku menuju masjid dengan perasaan tak tenang. Aku melaksanakan shalat dhuha dua rakaat saja. Berbeda dari biasanya yang bisa sampai dua belas rakaat. Saat keluar dari pintu masjid, terdengar suara “Kak Fatih…”. Rupanya dia adalah adinda mahasiswi yang kemarin pernah tertabrak olehku. “Iya, ada apa?” tanyaku. “Ini jam tangannya, kemarin jatuh saat kita tabrakan, kak Fatih”, jawab Andini sambil memberikan jam tangannya. “Alhamdulillah, terima kasih ya,” kataku sambil menerimanya tak lupa tersenyum. Akupun tidak tahu bagaimana kejujuran sikap Andini tersebut.

Sejak saat itu, nama Andini selalu terlintas di benakku. Perlahan tapi pasti, kusadari “Aku jatuh cinta dengannya”. Aku belum mau mengungkapkannya, memilih untuk memendam dan menyebut namanya dalam setiap doa. Andini memang tipe wanita idamananku.

Satu tahun ajaran telah usai. Tibalah waktunya wisuda. Aku mendapatkan penghargaan siswa berprestasi di tingkat fakultas dan jurusan. Momen mengharukan tiba, peserta wisuda bersalam-salaman disertai pelukan. Karena telah empat tahun berjalan bersama dan akhirnya berpisah. Tetesan air mata tak absen pula, haru menyelimuti. Andini menghampiriku dan mengucapkan selamat. Akupun merasa terharu. Juga karena meraih gelar sarjana, namun terlebih karena akan sulit bertemu dengan Andini, lagi. Aku memilih melanjutkan jenjang kuliah S2 di Benua Eropa, sambil mengejar impian mencari ilmu di luar negeri.

Sebelum perpisahan sejenak, berjeda itu, Andini menghampiriku lalu berkata, “Kak Fatih, kalau kita berjodoh pasti Tuhan akan mempertemukan dalam ridha-Nya.” Tandas Andini yang menundukan pandangannya. Ini memotivasiku untuk semangat mengejar cinta Andini, juga terus semangat memperbaiki diri untuk menjemputnya, Insya Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *