Teropong

Harry Potter Series : Menyusun Potongan Puzzle

Oleh: Hanifatul Rahmah

“Seseorang yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan Pangeran Kegelapan mendekat. Dilahirkan kepada mereka yang telah menantangnya tiga kali, dilahirkan bersamaan dengan matinya bulan ketujuh.  Sang pangeran kegelapan akan menandainya sebagai tandingannya, tetapi dia akan memiliki kekuatan yang tidak diketahui oleh pangeran kegelapan. Dan yang satu harus mati di tangan yang lain, karena yang satu tak bisa hidup sementara yang lain bertahan.”

Kisah fantasi mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter yang memiliki tanda sambaran petir di dahinya berawal dari ramalan seorang penyihir bernama Sybill Trelawney pada hari pertamanya diwawancara untuk menempati posisi guru di sekolah sihir Hogwarts. Ramalan tersebut tidak sengaja dicuri dengar oleh Severus Snape yang saat itu masih menjadi pengikut setia Voldemort, sang penyihir gelap terhebat pada masanya. Snape yang tidak mendegar ramalan secara utuh menyampaikan isi ramalan yang didengarnya kepada Voldemort. Voldemort yang sudah merasa menguasai komunitas sihir dengan segara kekuatan dan obsesi yang dimilikinya tentu saja takut akan kehilangan kekuasaan. Maka dengan berbekal detil ramalan yang disampaikan Snape, Voldemort pergi membunuh Harry Potter, anak seorang auror berdarah campuran yang lahir di akhir bulan ketujuh.

Anak Laki-laki yang Bertahan Hidup

Meski diserang oleh voldemort dengan satu dari tiga mantra-tak-termaafkan (unforgivable curse) yaitu mantra Avada Kedavra yang membunuh, dengan perlindungan dari ibunya Harry Potter menjadi satu-satunya penyihir yang  berhasil selamat dari kutukan tersebut. Harry yang yatim piatu kemudian dititipkan ke paman dan bibinya yang berambisi menjauhkan Harry dari komunitas sihir. Walaupun begitu pada ulang tahunnya yang kesebelas Harry Potter mendapat surat penerimaannya dari sekolah sihir Hogwarts dan mulai dari sinilah petualangan Harry bersama sahabatnya Ron dan Hermione dimulai.

Voldemort yang melemah semenjak gagal membunuh Harry yang masih bayi, berjuang mendapatkan kembali kejayaannya. Segala cara dilakukan mulai dari usaha mencuri batu bertuah yang menjanjikan keabadian milik Nicholas Flamel, mencoba menyerap kehidupan dari adik Ron dengan membuka kembali kamar rahasia yang menyimpan monster legendaris bernama Basilisk, mengembalikan kembali wujud independennya dengan menyabotase turnamen besar antar sekolah sihir yakni Turnamen Triwizard, sampai usaha untuk mencuri bola ramalan mengenai dirinya dan Harry Potter dari kementrian sihir yang juga menjadi titik puncak kembalinya ancaman nyata sang penyihir gelap setelah 15 tahun dianggap menghilang oleh komunitas sihir.

Horcrux

Dalam buku keenam yaitu Harry Potter and the Half Blood Prince terdapat potongan pembicaraan antara Voldemort muda (Tom Riddle) dengan seorang professor ramuan di Hogwarts bernama Horace Slughorn. Harry Potter berhasil mendapatkan potongan memori tersebut langsung dari sang professor atas permintaan dari Dumbledore. Inilah titik balik penyelesaian dari kisah panjang serial Harry Potter. Sebab penggalan memori dari Slughorn ini membuat Harry dan Dumbledore yakin bahwa satu-satunya cara mengalahkan Voldemort adalah dengam berburu pecahan jiwa sang penyihir gelap dan mengancurkannya satu persatu.

Setelah kematian Dumbledore di menara astronomi, Harry sudah tidak lagi kembali ke Hogwarts. Pangeran Kegelapan sudah kembali dan ambisinya tentu saja ingin membunuh satu-satunya penghalang baginya untuk menjadi penguasa dunia sihir, seorang musuh yang diramalkan akan menjadi tandingannya, Harry Potter. Harry juga tidak tinggal diam, dalam pelariannya ditemani dua orang sahabat karibnya, Harry memulai pencarian 7 Horcrux yang diyakini jika ketujuhnya dihancurkan, lawannya hanya tinggal Voldemort.

Harry Potter Potter and The Deathly Hallows

Di buku Harry potter yang ketujuh ini selain membahas tuntas mengenai pencarian Horcrux, bagian dari kehidupan sang kepala sekolah legendaris Hogwarts Albus Dumbledore yang selama ini tidak pernah dibahas di buku-buku sebelumnya banyak dikisahkan. Masa lalu Dumbledore muda dan obsesinya untuk mnciptakan dunia sihir yang lebih baik dan kisah kelam mengenai keluarganya dikupas tuntas melalui buku yang ditulis oleh seorang reporter Koran penyihir Daily Prophet. Disinilah kesetiaan Harry kepada Dumbledore yang selama hidupnya tidak pernah membuka seputar kehidupan pribadinya diuji.

Di buku ini juga diceritakan mengenai Hallows atau relikui kematian. Menurut dongeng yang disampaikan di buku dongeng yang diwariskan Dumbledore kepada Hermione Granger yaitu the Tales of Beedle Bard relikui kematian adalah barang-barang peninggalan sang kematian yang dimiliki oleh tiga saudara. Barang-barang ini yaitu tongkat elder yang lebih kuat dari tongkat sihir manapun, batu kebangkitan atau the resurrection stone, dan jubah gaib atau the invisibility cloak. Seseorang yang memiliki ketiga benda peninggalan Kematian ini dipercaya akan menjadi tidak terkalahkan. Harry sendiri sejak awal cerita di buku pertama sudah memiliki jubah gaib yang merupakan warisan dari sang ayah yang merupakan keturunan dari tiga saudara yaitu Ignotus Peverell.

Cerita di buku ketujuh disajikan dengan sangat runtut dan disini berbagai potongan peristiwa yang terlihat tidak terlalu penting di buku-buku sebelumnya ternyata menjadi potongan-potongan puzzle penting dalam penyelesaian serial Harry Potter. Duel akhir dari Harry Potter dan Voldemort juga disajikan dengan seru dan mendetail. Kecerdasan sang penulis J.K. Rowling dalam menyusun potongan-potongan cerita dalam ketujuh seri Harry Potter menjadi kisah yang utuh patut diacungi jempol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *